AMURANG, FAJARMANADO.com — Ini kabar gembira bagi warga Kabupaten Minsel. Early warning atau peringatan dini bencana alam telah dimiliki daerah yang masuk kategori rawan bencana di Provinsi Sulut ini.
“Kita (Minsel) sudah memiliki satu unit alat pendeteksi bencana alam bernama Inatews atau Indonesia Tsunami Early Warning System. Tapi pengoperasiannya masih menggunakan tenaga listrik dari PLN,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minsel Hendry Komaling, SH, Senin (30/11/2015)
Pengoperasian Inatews bantuan BMKG tersebut, masih menggunakan tenaga listrik sehingga apabila aliran listrik pada alat tersebut tidak bisa berfungsi atau mendeteksi kemungkinan bencana yang bakal mengancam di saat itu.
“Fungsi Inatews ini sebetulnya sangat kompleks, bisa mendetekti gempa bumi, cuaca, bahkan tsunami maupun suhu panas apabila terjadi kebakaran yang besar di suatu tempat dalam radiuas jangkauannya,” jelas Komaling.
Kondisi listrik PLN yang kerap padam beberapa bulan terakhir mengancam alat tersebut hanya menjadi mubasir, karena itu perlu dilakukan langkah pengadaan pembangkit listrik cadangan. “Itu akan kita usulkan, semoga mendapat anggarannya,” ujarnya.
(andries pattyranie)
