RATAHAN,FAJARMANADO.com – Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap mengatakan bahwa Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) membutuhkan tenaga medis, yang selama ini masih sangat minim di daerah tersebut.
“Saya meminta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) memberikan kesempatan daerah melakukan pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tenaga medis,” kata James di Ratahan, Kamis.
Dia mengatakan Minahasa Tenggara perlu tambahan tenaga medis, karena pegawai untuk tenaga medis yang ada saat di daerah kami masih sangat kurang,” kata James.
Dirinya menuturkan, jika KemenPAN-RB memberikan kesempatan ke Kabupaten Minahasa Tenggara untuk melakukan pengangkatan ASN, maka akan diutamakan para tenaga medis.
“Kalau kita diperbolehkan menerima pegawai tahun depan, maka penerimaannya hanya khusus tenaga medis seperti perawat, bidan, dan dokter,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, KemenPAN-RB dapat memberikan kesempatan kepada daerah-daerah untuk melakukan pengangkatan ASN dari tenaga medis yang masih banyak diperlukan.
“Mestinya tenaga medis itu tidak boleh di moratorium, karena infrastruktur sangat mendukung seperti puskesmas dan poskesdes, namun tidak dibarengi dengan sumber daya manusia (SDM),” katanya.
Ditambahkannya lagi anggaran yang begitu tinggi untuk bidang kesehatan, dalam hal pembangunan infrastruktur, akan tetapi tenaga medis kurang.
“Untuk itu kita butuh ratusan tenaga medis, yang terdiri dari dokter, bidan dan perawat,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Membangun (GEMMA), Vidy Ngantung, menanggapi hal ini mengatakan, apa yang disampaikan Bupati James Sumendap merupakan permasalahan yang ada di Minahasa Tenggara.
“Memang ini sangat penting, apalagi di Minahasa Tenggara sedang membangun RSUD, yang pasti membutuhkan banyak tenaga medis yang akan ditempatkan di RSUD, belum lagi yang akan ditempatkan di puskesmas dan poskesdes,” tandasnya.
“Saya meminta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) memberikan kesempatan daerah melakukan pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tenaga medis,” kata James di Ratahan, Kamis.
Dia mengatakan Minahasa Tenggara perlu tambahan tenaga medis, karena pegawai untuk tenaga medis yang ada saat di daerah kami masih sangat kurang,” kata James.
Dirinya menuturkan, jika KemenPAN-RB memberikan kesempatan ke Kabupaten Minahasa Tenggara untuk melakukan pengangkatan ASN, maka akan diutamakan para tenaga medis.
“Kalau kita diperbolehkan menerima pegawai tahun depan, maka penerimaannya hanya khusus tenaga medis seperti perawat, bidan, dan dokter,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, KemenPAN-RB dapat memberikan kesempatan kepada daerah-daerah untuk melakukan pengangkatan ASN dari tenaga medis yang masih banyak diperlukan.
“Mestinya tenaga medis itu tidak boleh di moratorium, karena infrastruktur sangat mendukung seperti puskesmas dan poskesdes, namun tidak dibarengi dengan sumber daya manusia (SDM),” katanya.
Ditambahkannya lagi anggaran yang begitu tinggi untuk bidang kesehatan, dalam hal pembangunan infrastruktur, akan tetapi tenaga medis kurang.
“Untuk itu kita butuh ratusan tenaga medis, yang terdiri dari dokter, bidan dan perawat,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Membangun (GEMMA), Vidy Ngantung, menanggapi hal ini mengatakan, apa yang disampaikan Bupati James Sumendap merupakan permasalahan yang ada di Minahasa Tenggara.
“Memang ini sangat penting, apalagi di Minahasa Tenggara sedang membangun RSUD, yang pasti membutuhkan banyak tenaga medis yang akan ditempatkan di RSUD, belum lagi yang akan ditempatkan di puskesmas dan poskesdes,” tandasnya.
(DidiGara)

