Listrik Padam Terus, DPRD Minahasa Bakal Hearing PLN
Drs Dharma Patria Palar

Listrik Padam Terus, DPRD Minahasa Bakal Hearing PLN

Tondano, fajarmanado.com — Kendati curah hujan di Kabupaten Minahasa dinilai sudah sangat tinggi, namun pemadaman listrik masih juga berlanjut. Ketika musim kemarau berkepanjangan, penurunan debit air menjadi dalih utama PT (Pesoro) PLN Suluttenggo, kini saat Danau Tondano mulai meluap durasi pemadaman listrik pun semakin lama.

“Memang sudah keterlaluan. Tadi malam saja pemadaman (listrik) sampai sekitar 7 jam di wilayah kami. Kabarnya hampir begitu semua di Minahasa. Makanya, kami akan mengagendakan pemanggilan PLN Tondano  dan  Tanggari untuk meminta penjelasan mereka,” kata Ketua Fraksi PDI-P DPRD Minahasa Drs Dharma Patria Palar di Tondano, Jumat (20/11/2015).

Palar yang warga Kawangkoan Utara ini menyatakan bahwa kebijakan pemadaman listrik akhir-akhir ini sudah sangat meresahkan masyarakat karena jadwal pemadaman tidak lagi sesuai dengan pengumuman PLN di media massa, bahkan durasinya sudah lebih lama lagi.

“Waktu lalu, sekalipun agak bergeser sedikit dari jadwalnya, tapi lama pemadaman relatif sama dengan yang diumumkan PLN, rata-rata sekitar 3 jam. Kemarin di Kawangkoan padam mulai sekitar jam 3 sore, nanti menyala lewat jam 10 malam. Jadi sudah mencapat 7 jam lebih,” ungkap putra Kiawa Satu, Kecamatan Kawangkoan Utara ini.

Rangkaian pemadaman listrik yang tak menentu selama ini, lanjut dia, telah banyak memyebabkan alat-alat elektronik masyarakat yang rusak. Tak heran kalau masyarakat melampiaskan amarah mereka di media sosial (Medsos). Bukan hanya sampai mengeluh, bahkan ada yang mengajak demo.

“Jadi PLN harus menjelaskan apa dasar pemadaman sekarang ini. Kalau waktu musim kemarau PLN mempublikasikan, antara lain, karena debit air Danau Tondano turun drastis maka ketika air Danau Tondano hampir meluap, apalagi alasan mereka,” ujarnya sambil bertanya.

(heru)